BANDUNG - Tim dosen pada program studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Katolik Parahyangan menginisiasi program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan menanamkan sikap toleransi antar-umat beragama di tengah masyarakat, khususnya generasi muda. Prorgam tersebut bertemakan ‘Pendampingan Pendidikan Nilai-Nilai Keberagaman Kepada Guru, Orang Tua dan Siswa Sekolah Dasar di Ciumbuleuit Bandung: Upaya Pencapaian SDGs #16’.
Dosen tetap pada Program Studi Hubungan Internasional FISIP UNPAR, yang juga anggota tim pengabdian masyarakat, Anggia Valerisha mengatakan, program pengabdian masyarakat merupakan bagian dari tridharma perguruan tinggi yang tidak pernah luput dilakukan oleh universitas. “Penting bagi akademisi di perguruan tinggi untuk merancang program pengabdian kepada masyarakat yang diarahkan untuk menjawab tantangan lokal maupun global, ujarnya dalam rilis yang diterima Okezone.
Universitas Parahyangan menggandeng Komunitas Bhinneka, mahasiswa dan mahasiswi yang tergabung dalam organisasi Kakak Asuh, serta guru, orang tua dan siswa-siswi SDN 108 Ciumbuleuit dan SDN 188 Bandung Baru. Kegiatan tersebut didanai oleh LPPM UNPAR dan Alumni FISIP Angkatan 1992 yang dalam pelaksanaannya melibatkan 150 orang.
Selain pembekalan terhadap guru, orang tua, mahasiswa dan juga siswa-siswi terkait nilai-nilai keberagaman, kegiatan utama dari program itu adalah mendampingi siswa-siswi sekolah dasar kelas 4 dan 5 untuk berkunjung ke rumah ibadah dari berbagai agama dan kepercayaan yang diakui di Indonesia. Di antaranya kunjungan ke Pura Wira Chandra Dharma Secapa AD (Hindu), Masjid Sabiilul Iman Secapa AD (Islam), Gereja Katedral (Katolik), Gereja Kristen Indonesia Taman Cibunut (Protestan), Vihara Dharma Ramsi (Buddha Tri Dharma), Klenteng Kong Miao (Kong Hu Chu).
Menurut Anggia, di setiap kali kunjungan ke rumah ibadah, siswa-siswi memperoleh informasi yang disampaikan langsung oleh pemuka agama, seperti mengenai pengetahuan umum tentang agama, sejarah dan arsitektur tempat ibadah, pengucapan salam, perlengkapan ibadah, alat musik, hingga simbol-simbol yang melekat pada agama atau kepercayaan tersebut. Merespon pengetahuan yang didapat, siswa-siswi menunjukkan sikap aktif, kritis dan terbuka.