Program beasiswa LPDP Santri meliputi tiga bidang studi. Pertama, pengembangan kapasitas kelembagaan pesantren, yaitu manajemen, kesehatan lingkungan, ekonomi syariah, pertanian, ilmu sosial dan politik, seni dan budaya, astronomi, dan hukum. Kedua, keilmuan pesantren, yaitu ilmu falak, syariah, perbandingan mazhab, ilmu maqulat, arudh, tahqiq, ulumul Quran, dan ulumul Hadits. Sementara bidang ketiga yaitu ilmu prioritas LPDP.
Adapun komponen beasiswa LPDP yang diperoleh oleh santri sama dengan penerima beasiswa lainnya, yakni biaya hidup, transportasi keberangkatan dan kepulangan domisili asal ke perguruan tinggi tujuan, biaya pendidikan dan biaya pendukung visa termasuk paspor, tunjangan keluarga untuk doktoral, asuransi kesehatan, dan fasilitas lainnya.
Pengamat pendidikan tinggi Edi Suandi Hamid mengatakan, beasiswa LPDP yang dikelola Kemenkau harus memberikan kontribusi positif dalam mengembangkan potensi SDM menjadi lebih baik. “Tidak hanya berkualitas, namun juga produktif sebab mereka diseleksi melalui tahapan yang ketat. Tidak hanya melalui seleksi ketat, tetapi juga calon penerima beasiswa harus memilih perguruan tinggi yang berkualitas,” ujar Edi.
Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta ini menjelaskan, yang harus dipastikan dari beasiswa ini adalah setiap penerima beasiswa kuliah di luar negeri harus kembali lagi ke Indonesia. Edi ingin agar mereka yang telah menerima beasiswa ini bisa membangun bangsa dengan ilmu yang telah dipelajarinya untuk kepentingan Indonesia.
Mantan rektor Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini menuturkan, untuk menjaga komitmen penerima beasiswa LPDP yang dananya diambil dari dana abadi pendidikan, mereka bisa saja diharuskan menandatangani kontrak kerja dan atau pakta integritas. “Isinya setelah lulus kembali lagi ke Indonesia. Jadi kalau mereka tidak kembali, harus kembalikan biaya studi plus denda,” ungkapnya.
Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih mendorong agar seleksi calon penerima beasiswa LPDP dilakukan secara transparan. Selain itu, panitia juga harus memastikan bahwa semua anak bangsa bisa dengan mudah mengakses seleksi beasiswa ini.“Saya mendorong agar LPDP transparan dan semua anak bangsa bisa dengan mudah mengakses,” kata Fikri.
Kemudian, ujar politikus PKS ini, pihaknya juga ingin agar panitia seleksi LPDP lebih mengutamakan anak-anak bangsa yang berprestasi, namun dari keluarga yang tidak berkecukupan. ”Lebih mengutamakan anak-anak yang berprestasi dan tidak mampu,” imbuhnya.
Selain itu, Fikri berharap setelah mereka lulus nanti, pemerintah harus mencegah munculnya fenomena “brain drain” di mana setelah lulus mereka tidak mau pulang ke Tanah Air dengan alasan ilmunya tidak bisa diterapkan di Indonesia serta alat dan teknologi dalam negeri yang tidak memadai.
“Atau, yang lebih tragis lagi karena lebih tertarik kerja di luar negeri sebagai skilled worker seperti mereka, jaminan kesejahteraan di sana jauh di atas di dalam negeri,” ujar Fikri. Dia menambahkan, LPDP yang tahun ini anggarannya bertambah Rp20 triliun diharapkan membuat para lulusan LPDP bisa berkontribusi besar bagi negara. “Jangan sudah diongkosi, tapi enggak pulang,” tegasnya.
(Rani Hardjanti)