Unpar Gelar Seminar Intercultural Learning and Global Engagement 2019

Risna Nur Rahayu, Jurnalis
Rabu 10 April 2019 07:00 WIB
Suasana seminar ILGE di Unpar (Foto: Unpar)
Share :

Terdapat dua pendekatan interkultural yang dapat diaplikasikan ke dalam pengajaran atau pelatihan institusi pendidikan tinggi. Pertama adalah reflexive culture, yaitu adanya kesadaran bahwa latar belakang budaya yang berbeda dapat dijadikan penjelasan suatu fenomena lintas budaya namun tidak dijadikan sebagai suatu stereotype. Kedua, adalah pendekatan praxeological, di mana perlu adanya pemahaman kolektif bahwa praktik sosial dalam konteks mengajar dan diajar dianggap sebagai perilaku kebiasaan, dan mungkin berbeda di setiap negara. Hal ini menjelaskan perbedaan dalam sistem pendidikan di seluruh Eropa menjadikan Eropa memiliki kompetensi interkultural yang tinggi.

 

SUCTI

Kemudian dalam presentasinya yang berjudul “The Internationalization at Home and the SUCTI Project”, Marina Cassal-Sala dari Universitat Rovira I Virgili membahas tentang konsep Internationalisation at Home dan mengenalkan peserta dengan program Systemic University Change Towards Internationalisation (SUCTI). Internationalisation at Home menjadi solusi bagi universitas yang memiliki keterbatasan untuk mengirimkan pelajar atau staf ke luar negeri untuk mencapai internasionalisasi secara komprehensif dengan menggunakan program SUCTI.

Program SUCTI berisikan berbagai macam pelatihan, sharing informasi, pelatihan bahasa, dan kebutuhan lainnya untuk memberdayakan baik pelajar maupun staf, khususnya staf non-akademik universitas. Melalui program SUCTI, universitas dapat memberikan kesempatan bagi pelajar dan stafnya untuk mengembangkan diri dan turut berperan dalam proses internasionalisasi dari dalam institusi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya