“Inilah yang kita sebut dengan praktik media literasi. Meskipun disadari, menangkal penyebaran hoaks itu sangat sulit,” tuturnya.
Adapun menurutnya, media mainstream hoaks dapat ditekan karena terduri dari sistem kemediaan yang dituntut profesional. Jika menyebarkan berita hoaks, bisa diingatkan oleh aparat hukum.
“Mereka punya karyawan, punya pembaca, punya penonton, sehingga kalau menyebar hoaks, ya, mesti hati-hati. Kalau tidak, akan diingatkan oleh aparat hukum. Konsekuensi terberatnya, media itu bakal bubar,” bebernya.
(Rani Hardjanti)