JAKARTA - Media sosial telah bertumbuh pesat hingga sangat menentukan sikap dan perilaku masyarakat milenial. Semakin berkembang, semakin marak juga berita bohong atau hoaks yang beredar.
Bahkan, menurut salah satu Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Nurudin, ini berkembang atau sengaja dikembangkan seolah sebagai agama. Karenanya, masyarakat cenderung mengaca pada media sosial, layaknya ajaran agama tersebut.
“Padahal sebagian pesan media sosial perlu diyakini sebagai sebuah kebohongan yang dilegalkan,” kata dosen program studi (Prodi) Ilmu Komunikasi UMM ini, Selasa (16/1/2019).
Baca Juga: Dorong Regulasi Antisipasi Hoaks, Polri Ingin Libatkan Pemilik Platform Medsos