AMSTERDAM - Para guru dan dosen di semua level akan menggelar mogok kerja pertama di Belanda pada 15 Maret mendatang. Serikat guru dan dosen menyatakan mereka menuntut kenaikan gaji dan kondisi kerja lebih baik. Rencana mogok kerja itu mencerminkan meningkatnya rasa frustrasi di berbagai lapangan kerja di Belanda. Para karyawan di banyak sektor merasa tertinggal oleh pertumbuhan ekonomi yang pesat, tapi tidak diiringi kenaikan gaji.
Mogok kerja pada 15 Maret itu diperkirakan mengakibatkan banyak sekolah dan universitas tutup. Aksi ini mengikuti mogok kerja para guru di sekolah dasar pada Oktober dan Desember 2017. ”Pada dasarnya semua guru, di semua level, menyatakan beban kerja terlalu tinggi.
Baca Juga: Bahas Sistem Zonasi, Mendikbud: Jumlah Guru PNS di Kota Kelebihan
Ada kekurangan jumlah guru yang sangat besar, baik di level sekolah dasar maupun sekolah menengah, serta gaji yang terlalu rendah,” papar juru bicara serikat guru AOB Simone van Geest, dilansir Reuters.