Tapi Jacoba Urist of The Atlantic mengatakan bahwa bisa jadi benar dan tidak benar tentang mitos penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi yang semakin sulit setiap tahunnya. “Ternyata, masuk ke perguruan tinggi sebenarnya tidak sulit dari satu dekade yang lalu. Hanya saja peluang masuk ke perguruan tinggimu sekarang mungkin telah menurun,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Apapun masalahnya, fakta menunjukkan bahwa tingkat penerimaan mahasiswa perguruan tinggi saat ini sedang menurun.
3. Perguruan Tinggi Lebih Mahal
Uang kuliah telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak tahun 1980-an. Dari akhir 1980-an hingga tahun sekolah 2017-2018, biaya sarjana (S1) naik sebesar 213% di kuliah umum yang disesuaikan dengan inflasi.
Saat itu, biaya kuliah tahunan rata-rata untuk kuliah umum hanya USD1.490, atau sebesar USD3,190 dalam dolar hari ini, dibandingkan dengan harga kuliah tahun ini sebesar USD9.970, menurut Student Loan Hero.
Bayaran kuliah kampus swasta mengalami peningkatan biaya dalam periode 129% ketika disesuaikan dengan inflasi. Pada akhir 1980-an, biayanya USD7,050, atau sebesar USD15.160 dalam dolar hari ini, untuk gelar sarjana. Hari ini, biaya rata-rata adalah USD34.740.
4. Buku Kuliah Perguruan Tinggi Juga Mahal
Seiring dengan biaya perkuliahan kampus negeri dan swasta, harga buku kuliah telah meningkat, laporan The Huffington Post, mengutip Kantor Akuntabilitas Pemerintah.
Dibandingkan 30 tahun yang lalu, sekarang mereka sekitar 812% lebih mahal. Satu buku teks dapat berharga hingga USD300, dan rata-rata mahasiswa menghabiskan lebih dari USD1.200 untuk buku kuliah setiap tahunnya.
Akibatnya hal tersebut, kampus menginisiatif untuk membeli buku e-book (buku elektronik) dan terus meningkat sepanjang tahun sehingga mahasiswa dapat menghemat sebanyak USD1,42 miliar secara kolektif per tahun. Itu bukanlah sebuah pilihan yang dimiliki orangtua pada saat itu.
5. Perguruan Tinggi Hari Ini Lebih Maju Secara Teknologi
Generasi milenial perguruan tinggi sekarang ini memiliki manfaat teknologi yang lebih besar daripada orangtua mereka sebelum lahirnya Internet. Perangkat seluler seperti smartphone dan laptop mendominasi ruang kelas, tetapi hal tersebut juga dapat mengalihkan perhatian mahasiswa dari pelajaran.
Mahasiswa sekarang dapat menerima kuliah melalui PowerPoint jika mereka ketinggalan materi dikelas, dan banyak universitas menawarkan akses seperti itu kepada kepala fakultas, menurut NBC News.
Alih-alih mesin ketik atau desktop komputer, mahasiswa sekarang kini memiliki laptop yang dapat mereka bawa ke kelas untuk mencatat, bukan lagi kuliah tulisan tangan di buku catatan. Mereka juga dapat menilai profesor mereka secara online dan menggunakan media sosial untuk tetap berhubungan dengan teman sekelasnya.
(Feb)