Kapal dengan ukuran panjang 1,25 meter, lebar 0,75 meter, tinggi 0,25, mampu berjalan dengan kecepatan 5 knot. Jika kapal semakin besar, maka kecepatan yang diberikan pun akan semakin besar. Mahasiswa ITS itu memberikan contoh, jika skala kapal sebesar 50 meter, maka kecepatan yang dihasilkan sekitar 20 knot.
Kapal Nala Heroes ini sudah mengikuti berbagai ajang bergengsi nasional maupun internasional. Perolehan juara pun sering ditorehkan oleh tim pembuat Kapal Nala Heroes tersebut. Pada ajang internasional, 11th Annual International Roboboat Competition 2018 di Daytona Beach, Florida, Amerika Serikat (AS), Nala Heroes berhasil menjuarai kompetisi tersebut.
Kompetisi yang berlangsung sejak 18-24 Juni 2018 waktu setempat ini berhasil mengharumkan nama Indonesia dikanca internasional. Nala Heroes mencatatkan skor tertinggi, yakni 4.996. Kesuksesan Nala Heroes tidak hanya berhenti di sini. Pengembangan kapal autonomous masih terus dilakukan untuk mendapatkan hasil maksimal.
“Kita akan mengganti sensor jarak kita yang SRF itu, menggunakan Lidar,” kata Khalif. Sensor Lidar tidak mengeluarkan gelombang, melainkan cahaya. Sensor Lidar dapat membaca lingkungan 360 derajat di sekitar kapal. Sedangkan sensor SRF hanya membaca bagian depan kapal.
Bagian lambung kanan dan lambung kiri kapal juga akan diintegrasikan. Jadi, ketika ada hantaman gelombang air laut ke kapal, secara otomatis lambung kanan dan kiri dapat bergerak sendiri-sendiri.
“Meskipun dihantam gelombang, dia (kapal) bisa tetap stabil,” kata Khalif. Tim Barunastra berencana membuat kapal berukuran 5 meter.
Riset ini akan menghabiskan biaya sekitar 3 miliar rupiah karena harga platform dari kapal itu sendiri kurang lebih 800 juta rupiah. Tujuan dari kapal ini tidak hanya untuk mengikuti perlombaan yang ada. Kapal ini bisa dibuat lebih besar lagi sebagai armada militer laut yang berjalan secara otomatis.
Dengan luasnya wilayah perairan Indonesia, kapal autonimus ini dapat digunakan untuk menjaga wilayah perairan terluar. Kapal asing yang masuk ke wilayah perairan Indonesia pun bisa diketahui dengan cepat dan mudah oleh kapal ini.
Apabila terjadi perang di wilayah Indonesia, kapal autonimus dapat dioperasikan. Pengoperasian kapal dilakukan agar tidak menimbulkan korban jiwa, minimal untuk meminimalisasikan korban di wilayah perairan. (Fandy)
(Rani Hardjanti)