Dia menambahkan, Sudan Selatan telah memperoleh banyak manfaat dari program pendidikan darurat sejak program tersebut diterima pada Mei 2014, tapi masih banyak yang harus dilakukan untuk meningkatkan standard pendidikan sebab Sudan Selatan memiliki angka tertinggi anak putus sekolah di dunia.
Sementara itu, Wakil Menteri di Kementerian Pendidikan, Michael Lopuke Lotyam, mengatakan program tersebut telah meningkatkan pendaftaran sekolah dari 900.000 anak pada 2014 jadi setidaknya 1,6 juta anak yang saat ini mendaftar sekolah.
Baca Juga: Astaga! Ratusan Ribu Nyawa Balita di Sudan Selatan Terancam Akibat Malnutrisi
(Rani Hardjanti)