Karena itu, satu-satunya sekolah mengutang terlebih dahulu untuk menutupi biaya operasional sekolah, termasuk pembayaran guru honorer. "Kami sudah biasa jika dana BOS terlambat mengutang dengan nilai Rp20 juta per bulan," katanya menjelaskan.
Hal yang sama juga pernah dirasakan oleh Kepala SDN 1 Rangkasbitung Timur Kabupaten Lebak Helit Maryati. Ia mengaku bahwa sekolah belum menerima pencairan dana BOS sehingga terpaksa mengutang untuk menunjang pelaksanaan KBM berjalan. Keterlambatan pencairan dana BOS itu tentu menjadikan hambatan karena sekolah harus mencari dana untuk menutupi biaya operasional. Apalagi, sekolahnya itu memperkerjakan sembilan guru honorer.
"Beruntung, pembayaran honor guru lancar dari uang mengutang itu," katanya.
(Susi Fatimah)