JAKARTA – Permintaan produksi ikan meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Untuk memenuhi kebutuhan beragam cara berusaha dilakukan, salah satunya budidaya. Namun dalam pembudidayaan ikan, Indonesia masih memiliki kendala pakan. Bahan baku yang masih didapat dengan cara impor menjadi salah satu sumber masalah dalam proses budidaya.
Substitusi bahan baki pakan ikan yang paling baru adalah dengan menggunakan produk agroindustri. Seperti yang dilakukan mahasiswa peneliti dari Departemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertaniam Bogor (IPB) yang mencoba mengembangkan fungsi kulit kakao sebagai bahan baku pakan ikan.
Mereka adalah Dedi Jusadi, Julie Ekasari, dan Azis Kurniansyah yang mencoba memperbaiki kualitas kulit kakao dengan menambahkan cairan rumen dari domba agar berguna sebagai pakan. Sebab selama ini, manfaat kakao hanya berpusat kepada bijinya saja.
"Sejauh ini, hanya biji kakao yang digunakan untuk komoditas ekspor, kacangnya merupakan dasar coklat, sementara bagian lainnya belum dimanfaatkan secara optimal. Kulit biji kakao (KBK) mengandung protein 6,3 persen, 24 persen serat kasar, dan 0,5 persen lemak mentah. Hambatan utama pemanfaatan buah kakao sebagai bahan baku pakan ikan adalah kandungan protein rendah, serat tinggi, rendah lemak dan adanya zat antinutrisi," papar salah satu anggota seperti dilansir dari laman IPB, Jumat (12/1/2018).
(Baca juga: Institut dan Sekolah Tinggi Swasta Didorong untuk Merger Jadi Universitas)