"Mulut kami terbuka setelah kami melihatnya," kata Haggerty. "Potensinya ada di luar kemampuan orang biasa," imbuhnya.
Sabrina kemudian lulus dari MIT dengan nilai rata-rata 5,00. Sebuah angka yang sempurna di perguruan tinggi. Dan kini, putri dari pasangan Mark Floyd Pasterski dan Maria Gonzalez itu sedang bekerja meraih gelar doktor di Harvard University.
Di Harvard ia mempelajari lubang hitam, gravitasi, dan hubungan antara ruang dan waktu. Pelajaran inilah yang dapat membantu kita dalam memahami alam semesta. Sabrina juga mengulik beberapa masalah fisika yang paling rumit seperti gravitasi kuantum.
"Waktu mendorong saya ke fisika," kata Paterski.
"Jadilah optimis tentang apa yang kamu percaya bisa kamu lakukan. Saat kamu kecil, mungkin kamu punya banyak mimpi dan cita-cita. Aku pikir sangat penting untuk tidak melupakan mimpi itu," pesannya.
(Susi Fatimah)