Ia juga mengimbau agar para akademisi dan ilmuwan baik di dalam negeri maupun di luar negeri untuk membantu Dwi memperbaiki diri. "Janganlah kita kemudian menghakimi, tetapi kita arahkan dan berikan kesempatan, jalan karier Dwi masih panjang mari kita tegur, kita ingatkan dan kita bantu ke arah yang baik," imbaunya.
Dwi Hartanto sendiri merupakan mahasiswa S-1 dari Insititut Sains dan Teknologi AKPRIND Yogyakarta, Fakultas Teknologi Industri, Program Studi Teknik Informatika yang lulus pada 15 November 2005. Sebelumnya, ia mengaku lulusan dari Tokyo Institute of Technology, Jepang.
Selanjutnya, Dwi mengambil studi masternya di TU Delft, Faculty of Electrical Engineering, Mathematics and Computer Science yang selesai pada 2009. Kini dia tengah menyelesaikan studi S-3 di grup riset Interactive Intelligence di fakultas yang sama. Artinya, status Dwi saat ini adalah mahasiswa doktoral di TU Delft bukan Post-doctoral atau Assistant Professor di TU Delft yang disebut-sebut di media massa.
Dwi Hartanto juga pernah diberitakan oleh media sebagai pemenang dari lomba riset teknologi antar space agency dunia di Jerman pada 2017. Namun, ia mengakui bahwa itu adalah kebohongan belaka dengan memanipulasi template cek hadiah yang diisi oleh namanya sendiri.
"Saya memanipulasi template cek hadiah yang kemudian saya isi dengan nama saya disertai nilai nominal EUR 15000, kemudian berfoto dengan cek tersebut. Foto tersebut saya publikasikan melalui akun media sosial saya dengan cerita klaim kemenangan saya," akunya dalam pernyataan tersebut.
(Susi Fatimah)