HARI MERDEKA: Deretan Perguruan Tinggi yang Menjadi Saksi Sejarah Kemerdekaan Indonesia, Apa Saja?

Siska Permata Sari, Jurnalis
Kamis 17 Agustus 2017 08:20 WIB
Foto: Dok FIB UI
Share :

JAKARTA - Menempuh pendidikan tinggi sebelum kemerdekaan adalah hal yang sangat mahal harganya. Jangankan untuk menempuh pendidikan tinggi, menyicipi bangku sekolah setingkat sekolah dasar saja rasanya sangat istimewa.

Tidak seperti sekarang, ada ribuan perguruan tinggi negeri dan swasta. Dahulu jumlah universitas masih bisa dihitung oleh satu tangan. Itupun tak semua bisa dicicipi oleh masyarakat umum. Pendidikan adalah sebuah privilese bagi pribumi atau inlander (orang Indonesia asli).

Namun, bukan berarti tidak ada universitas yang dibangun semasa penjajahan Belanda dan Jepang. Sejumlah perguruan tinggi di bawah ini rupanya didirikan dengan beragam tujuan saat sebelum kemerdekaan Indonesia berkumandang.

Universitas Indonesia

Universitas Indonesia (UI) merupakan universitas tertua di Indonesia. Didirikan sejak 1849 oleh Pemerintah Kolonial Belanda, UI dulunya adalah sekolah tinggi ilmu kesehatan. Barulah sejak Januari 1851 sekolah ini resmi dinamakan sebagai Dokter Djawa School. Sesuai namanya, UI memang didirikan khusus untuk mendalami ilmu kedokteran atau tenaga mantri.

Kemudian, di tahun 1898, nama sekolah ini diubah lagi menjadi School of Medicine for Indigenous Doctors atau dikenal sebagai Stovia. Pernah ditutup di tahun 1927, sekolah kedokteran ini kemudian dibangun kembali bersama empat sekolah tinggi lain di sejumlah kota di Jawa. Itu adalah Technische Hoogeschool te Bandoeng (Fakultas Teknik), Recht Hoogeschool (Fakultas Hukum), Faculteit der Letteren en Wijsbegeerte (Fakultas Sastra dan Kemanusiaan), dan Faculteit van Landbouwweteschap (Fakultas Pertanian) di Bogor.

Universitas Airlangga

Pada mulanya, Universitas Airlangga (Unair) adalah Nederlands Indische Artsen School (NIAS) dan School Tot Opleiding van Indische Tandartsen (STOVIT) yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada 1913 dan 1928. Unair sendiri kemudian diresmikan langsung oleh Presiden RI pertama, Ir. Soekarno di peringatan Hari Pahlawan ke-9 sebagai sekolah tinggi pertama di kawasan timur Indonesia.

Saat diresmikan pada 1954, Unair hanya memiliki lima fakultas. Di antaranya Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Hukum, Fakultas Sastra, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Institut Teknologi Bandung

Perguruan tinggi di Bandung ini sebelumnya memiliki nama Technische Hogeschool (TH) yang diresmikan di era penjajahan Belanda pada 1920. Sekolah tinggi di Bandung ini merupakan perguruan tinggi teknik pertama di Indonesia. Salah satu tokoh nasional nan legendaris di Indonesia, yakni Ir. Soekarno tercatat menjadi lulusan pertama Insinyur Indonesia di tahun 1926.

Kemudian nama Institut Teknologi Bandung (ITB) diresmikan usai kemerdekaan yakni pada Maret 1959. Gagasan mulanya pemerintah Belanda mendirikan TH ini disebabkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknik yang kekurangan saat masa peperangan Belanda dengan Indonesia. Hanya ada satu fakultas di tahun 1920 yakni de Faculteit van Technische Wetenschap atau Fakultas Teknik Informatika.

Institut Pertanian Bogor

Selang lima tahun pra-kemerdekaan, pemerintah Hindia Belanda mendirikan pendidikan tinggi pertanian di Bogor pada 1940. Saat itu namanya bukanlah Institut Pertanian Bogor (IPB) melainkan Landbouw Hogeschool yang artinya pendidikan tinggi pertanian. Kemudian pada 1941 diubah menjadi Landbowkundige Faculteit.

Namun, perguruan tinggi pertanian di Bogor ini sempat mengalami penutupan saat pendudukan Jepang. Hanya saja Nederlandsch Indische Veeartsenschool (sekolah Kedokteran Hewan) tetap berjalan dan diubah namanya menjadi Bogor Zui Gakku (Sekolah Dokter Hewan Bogor). Kemudian pasca kemerdekaan sekolah tinggi di Bogor ini kembali dibuka dan dianggap sebagai bagian fakultas dari Universitas Indonesia. IPB kemudian lahir pada September 1963 melalui keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) dan peresmian dari Presiden RI Pertama Ir. Soekarno.

(Susi Fatimah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya