HARI MERDEKA: Deretan Perguruan Tinggi yang Menjadi Saksi Sejarah Kemerdekaan Indonesia, Apa Saja?

Siska Permata Sari, Jurnalis
Kamis 17 Agustus 2017 08:20 WIB
Foto: Dok FIB UI
Share :

Kemudian, di tahun 1898, nama sekolah ini diubah lagi menjadi School of Medicine for Indigenous Doctors atau dikenal sebagai Stovia. Pernah ditutup di tahun 1927, sekolah kedokteran ini kemudian dibangun kembali bersama empat sekolah tinggi lain di sejumlah kota di Jawa. Itu adalah Technische Hoogeschool te Bandoeng (Fakultas Teknik), Recht Hoogeschool (Fakultas Hukum), Faculteit der Letteren en Wijsbegeerte (Fakultas Sastra dan Kemanusiaan), dan Faculteit van Landbouwweteschap (Fakultas Pertanian) di Bogor.

Universitas Airlangga

Pada mulanya, Universitas Airlangga (Unair) adalah Nederlands Indische Artsen School (NIAS) dan School Tot Opleiding van Indische Tandartsen (STOVIT) yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada 1913 dan 1928. Unair sendiri kemudian diresmikan langsung oleh Presiden RI pertama, Ir. Soekarno di peringatan Hari Pahlawan ke-9 sebagai sekolah tinggi pertama di kawasan timur Indonesia.

Saat diresmikan pada 1954, Unair hanya memiliki lima fakultas. Di antaranya Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Hukum, Fakultas Sastra, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Institut Teknologi Bandung

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya