COASS Mudahkan Pasien Komunikasi dengan Dokter Gigi

Afriani Susanti , Jurnalis
Kamis 30 Maret 2017 09:07 WIB
Foto: Dok. UGM
Share :

JAKARTA – Kini, berkonsultasi dengan dokter gigi tidak harus pergi ke rumah sakit. Sebab, dengan kecanggihan teknologi, komunikasi tersebut bahkan bisa dilakukan dalam gadget yang kamu miliki.

COASS bisa memudahkan para pasien untuk berkomunikasi langsung dengan dokter gigi. Ini merupakan aplikasi yang diciptakan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) guna memfasilitasi mahasiswa kedokteran gigi profesi (koas) bertemu dengan pasiennya di dunia maya.

“COASS merupakan platform yang menghubungkan mahasiswa kedokteran gigi yang tengah mengambil pendidikan profesi dengan pasien gigi,” ungkap Ketua Tim COASS, Arief Faqihudi, seperti dinukil dari laman Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (30/3/2017).

Untuk mengaksesnya, kamu cukup buka laman COASS.id dan login. Dengan begitu, kamu pun bisa berkonsultasi secara gratis serta melakukan perawatan lanjutan.

Pengembangan aplikasi ini dilakukan oleh Silva Meliana dan Ratihana Nurul dari FKG serta Ilham Imaduddin, Damar Adi Prabowo, Ahmad Shalahuddin, dan Andhika Kurnia Harryajie dari FMIPA sejak Januari 2017. “Saat mulai membuka user pada awal Maret 2017 kemarin sudah lebih dari 100 koas dan 600 pasien yang melakukan input data. Bahkan, saat ini sudah ada 2.000 kasus yang berhasil ditangani,” ujarnya.

Untuk kualitas pun tidak perlu diragukan lagi, karena praktik koas ini dipantau langsung oleh dokter gigi profesional. “Biaya perawatan jauh lebih murah hingga 50-80% dibanding dokter gigi, tetapi kualitas tetap terjamin karena semua tahapan perawatan yang dilakukan koas terus dipantau dokter gigi profesional,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Silva, terciptanya aplikasi ini karena keprihatinan akan minimya jumlah dokter gigi di Indonesia.

“Lambatnya perguruan tinggi menghasilkan lulusan dokter gigi salah satunya karena keterlambatan dalam pendidikan profesi dokter gigi. Normalnya pendidikan profesi ditempuh 1,5-2 tahun, tetapi hampir 50% mahasiswa menempuh pendidikan ini lebih lama,” tuturnya.

Harapannya, aplikasi ini nantinya bisa memberikan kemudahan bagi koas dan pasiennya. “Serta mengatasi lambatnya pendidikan profesi dokter gigi karena ketidaksesuaian jadwal keduanya,” tambahnya. (afr)

(Susi Fatimah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya