Ia juga mengatakan bahwa buku bacaan yang ada di perpustakaan keliling ini adalah hasil sumbangan dari anak-anak para anggota Ditpolair yang sudah tidak dipergunakan lagi oleh mereka sehingga mereka sumbangkan untuk perpustakaan keliling tersebut.
"Sebagian memang hasil dari sumbangan anak-anak Ditpolair dan Polda yang sudah tidak lagi mereka baca, juga sumbangan dari ibu-ibu Bhayangkari, stakeholder dan masyarakat umum," paparnya.
Ia menambahkan, perpustakaan keliling Ditpolair Kalteng ini juga akan terus keliling ke daerah yang sulit terjangkau di sepanjang kawasan Kalteng agar masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan fasilitas membaca buku secara gratis.
"Buku bacaan ini untuk dibaca secara gratis tidak saja untuk kalangan pelajar tetapi semua masyarakat Kalteng agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari membaca buku-buku yang telah tersedia," pungkasnya.
(Susi Fatimah)