JAKARTA - Program Belajar Bersama Maestro (BBM) besutan Direktorat Jenderal Kebudayaan (Dirjenbud), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), memberi kesempatan bagi para siswa untuk belajar seni langsung dari sang maestro. Tahun ini terpilih 150 siswa dari berbagai sekolah yang mendapat kesempatan belajar dari sang maestro tersebut.
Terdapat 10 maestro yang nantinya akan mengajar siswa-siswi tersebut, antara lain Maestro Seni Pertunjukan yaitu Amaq Raya, Maestro di Seni Tari yakni Temu Misti dan Maestro Seni Musik yakni Sundari Soekotjo. Mereka akan mengajar masing-masing 15 siswa.
Sebelumnya terdapat 605 calon siswa yang telah mendaftar dari 25 provinsi se-Indonesia. Setelah menjalani seleksi akhirnya terpilihlah 150 peserta. Jumlah pendaftar sendiri naik dari tahun lalu. Pada 2015, tercatat 234 calon peserta.
Proses pembelajaran pada program BBM akan berlangsung pada 19 Juli sampai 27 Juli 2016. Di akhir pembelajaran, para siswa akan diminta untuk melakukan pementasan pada 29 Juli 2016 di Gedung Purna Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid, berharap agar di tahun-tahun berikutnya, jumlah daerah yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini imeningkat.
"Di tahun depan juga kita berharap bisa meningkat jumlah daerah yang ikut. Kami juga melakukan koordinasi dengan dinas dan pengurus kesenian bahwa yang lebih penting adalah pada pemberian contoh," ungkapnya di Kemdikbud, Jakarta, Senin (18/7/2016).
Salah satu peserta dari Pontianak, Theodorus Ari Dwi Cahyoni mengaku senang bisa mengikuti program BBM ini. "Harapan saya, saya bisa belajar banyak dari Maestro dan bisa meraih cita-cita saya di bidang musik," ujarnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)