Menurut dia, pola seleksi semacam ini sudah lama dilakukan oleh ITS. Tujuannya, agar calon mahasiswa tidak bolak-balik harus belajar untuk mengikuti tes, tapi nilai dalam database SBMPTN yang digunakan.
Sementara itu, Wakil Rektor I ITS (Bidang Akademik), Prof Dr Ir Heru Setiawan M.Eng mengungkapkan, hasil SBMPTN 2016 itu menunjukkan rata-rata keketatan mahasiswa yang diterima di ITS perbandingannya 1:10.
"Keketatan tertinggi ada di jurusan Teknik Biomedik. Tiga besar peminat masuk ITS masing-masing ada di jurusan Teknik Informatika, Teknik Mesin, dan Jurusan Teknik Sipil," katanya.
Terkait dengan faktor keketatan, Heru menambahkan Jurusan Biomedika yang menjadi jurusan termuda di ITS, tahun ini juga memiliki keketatan cukup baik.
"Sebagai jurusan baru ternyata minat untuk masuk ke Jurusan Biomedika sangat banyak dan nilai terendah yang diterima di jurusan itu ada di angka 630,24," katanya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)