JAKARTA - Berbagai upaya dilakukan oleh banyak pihak untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia, terutama di kalangan generasi muda. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bahkan telah mengamanatkan bahwa sekolah wajib menggunakan 15 menit sebelum pembelajaran untuk membaca buku.
Di tingkat provinsi, upaya meningkatkan minat baca juga terus dilakukan. Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta misalnya, dengan menggandeng Universitas Trilogi mengadakan Festival Literasi sebagai tindak lanjut dari program membaca lima juta buku serta menulis satu juta judul tulisan pada 2016.
"Membaca dan menulis itu bergandengan, maka untuk itu kami mencanangkan target dalam tahun ini menghasilkan bacaan sebanyak lima juta buku dan satu juta judul tulisan," ujar Kepala Disdik DKI Jakarta, Sopan Adrianto dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Okezone, Sabtu (4/6/2016).
Festival Literasi 2016 sendiri dilaksanakan di Universitas Trilogi Jakarta. Sopan menjelaskan, tujuan dari berbagai upaya melahirkan generasi literasi adalah untuk merangsang kebiasan membaca dan menulis.
"Dan ini terus bergerak bagai bola salju. Apalagi diperkuat dengan Pemprov DKI yang telah meluncurkan program iJakarta," tuturnya.
Sedangkan Rektor Universitas Trilogi, Prof Dr Asep Saefuddin menambahkan, kolaborasi dibutuhkan untuk mewujudkan generasi literasi. Menurut dia, upaya tersebut juga membutuhkan dukungan dari para pendidik yang produktif.
"Nurani kita harus segera sadar dengan mirisnya tingkat literasi bangsa saat ini yang terus terpuruk. Dari Festival Literasi Jakarta diharapkan muncul generasi yang semakin produktif dalam hal baca-tulis," tukasnya. (ira)
(Rifa Nadia Nurfuadah)