DEMAK - Guru-guru SMKN 1 Sayung, Demak, Jawa Tengah memiliki cara unik untuk memberi kenangan kepada anak didiknya di hari pengumuman kelulusan SMA dan sederajat. Mereka bermain ketoprak, yang tak hanya menghibur tapi juga menyematkan berbagai pesan.
"Sengaja kami gelar pertunjukan ini agar siswa mengerti bahwa kami tak hanya mengimbau tapi juga ikut berperan melestarikan budaya. Sekaligus ini menjadi hiburan bagi mereka yang menunggu pengumuman kelulusan," ujar seorang guru, Ari Widodo, kepada Okezone, Sabtu (7/5/2016).
Guru mata pelajaran Matematika itu menyampaikan, kesenian ketoprak sudah mulai jarang dipentaskan karena maraknya gempuran budaya asing. Untuk itu, 15 guru di sekolah tersebut menggelar pertunjukan ketoprak di hadapan ratusan siswa dan wali murid.
"Total ada 15 guru yang main ketoprak. Kami berlatih tak lama karena memang harus di sela-sela mengajar, jadi bakalan banyak improvisasi nanti. Tapi itu justru menjadi keunikan tersendiri karena bisa mengasah jiwa seni kami," katanya sembari menunggu waktu pertunjukan.
Menurutnya, lakon yang bakal dibawakan berjudul "Joko Kendil". Pria yang aktif dalam seni teater itu masih enggan membeberkan detail lakon tersebut. Kendati demikian, kata dia, kisah itu berisi banyak pesan kepada siswa yang segera meninggalkan bangku sekolah.
"Pentasnya sekira 30-45 menit. Yang jelas, bakal berisi pesan-pesan kepada lulusan kami jangan hanya melihat kemasan, tapi perhatikan pula isinya," ujarnya sambil mengenakan blangkon.
(Rifa Nadia Nurfuadah)