Hobi Mengajar Berbuah Posisi Rektor

Iradhatie Wurinanda, Jurnalis
Rabu 20 April 2016 10:08 WIB
Rektor Binus University Prof Harjanto Prabowo. (foto: dok. Binus University)
Share :

JAKARTA - Menduduki kursi rektor di suatu perguruan tinggi ternama menjadi pencapaian prestisius bagi siapa pun yang menjalaninya. Selain posisi tertinggi, rektor juga memiliki peran penting bak presiden di negara kecil. Di tangan sang rektorlah arah kebijakan untuk meningkatkan mutu pendidikan para civitas akademika suatu kampus ditentukan.

Lika-liku menjadi rektor sudah dialami oleh Profesor Dr Ir Harjanto Prabowo, MM. Namun siapa sangka, menjabat sebagai rektor Bina Nusantara (Binus) University selama dua periode, pria kelahiran Pekalongan, 17 Maret 1964 itu ternyata tak sengaja terjun ke dunia pendidkan yang sudah membesarkan namanya.

"Saya bukan dari keluarga guru. Dari 10 bersaudara, saya adalah anak ketujuh. Hanya saya dan adik yang bergelut di pendidikan. Setelahnya tak ada yang menjadi pendidik," ungkapnya saat berbincang dengan Okezone, di Binus University, belum lama ini.

Harjanto menceritakan, kariernya di dunia pendidikan mengalir begitu saja sejak dia berada di bangku kuliah. Kala itu, lulusan sarjana Teknik Elektro Universitas Dipenogoro (Undip) tersebut menjadi guru privat bagi siswa SMA, khususnya untuk mata pelajaran kimia, fisika, dan matematika. Kendati demikian, tujuannya adalah karena kebutuhan, yakni untuk menambah uang saku.

"Sebenarnya untuk tambahan uang saku, apalagi kuliah elektro itu kan banyak praktiknya sehingga butuh biaya. Di samping itu supaya bisa mentraktir pacar," ucapnya sambil tertawa.

Suami dari Dyah Budiastuti itu berpendapat, selama kuliah dia juga memperoleh kesempatan menjadi asisten laboratorium. Tak hanya itu, Harjanto bahkan aktif mengikuti berbagai proyek. Menurut dia, tak terlintas sedikit pun di benaknya untuk menjadi dosen.

"Kemudian saya juga belajar komputer. Oleh sebab itu, sebelum lulus saya juga mengajar di salah satu tempat kursus komputer. Ternyata, setelah lulus ada kesempatan di Universitas Diponegoro (Undip) untuk jadi dosen. Dari situlah akhirnya saya menjadi PNS," terangnya.

Menjalani profesi sebagai dosen Undip, Harjanto tetap melakukan aktivitasnya di tempat kursus komputer. Hal itu dia lakukan lantaran jadwal mengajar di kursus komputer malam hari, sehingga tak menganggu tugasnya di Undip. Ayah dua anak itu menuturkan, suatu ketika temannya mendirikan sebuah akademi komputer di Semarang.

"Di daerah, pulang malam itu tidak umum. Tapi saya berbeda karena setelah mengajar di Undip malamnya mengajar di kursus komputer. Karena watak engineer, saya juga masih terima proyek. Sampai akhirnya saya juga membantu teman yang mendirikan akademi komputer," ujarnya.

Pada kepengurusan akademi komputer, mantan mahasiswa teladan Undip 1987 itu didapuk menjadi Pembantu Direktur I. Otomatis, sudah menjadi tugasnya untuk menghadiri berbagai acara formal jika sang direktur berhalangan hadir. Dia pun banyak bergaul dengan orang-orang dari sekolah komputer di seluruh Tanah Air.

"Lalu bertemu dengan Doktor Widia Soerjaningsih (pendiri Binus). Singkat cerita pada 1994, saya ambil S-2 di Binus dengan biaya sendiri. Saya waktu itu kuliah sore, jadi siang juga mengajar di Binus. Oleh Ibu Widia malah disuruh di Binus saja, sampai akhirnya Binus berubah dari STMIK menjadi universitas," katanya.

Harjanto menyebut, selama berkarier di Binus dia tak memiliki bayangan untuk menduduki posisi rektor. Baginya, berjuang mendapat titel profesor lebih menjadi prioritasnya.

"Menjadi rektor seperti ini itu mengalir saja. Setelah Ibu Widia meninggal, saya waktu itu mengurus IT Binus, dan berjuang menjadi profesor. Tanpa beliau saya mungkin tak bisa menjadi profesor seperti sekarang. Baru setelah berhasil jadi profesor saya dipilih yayasan menggantikan rektor sebelumnya sampai sekarang," tandas Doktor Manajemen Bisnis dari Universitas Padjajaran (Unpad) itu. (bersambung)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya