Takut Tak Bisa Ikut UN, Siswa Setor Dana BSM ke Sekolah

Syaiful Islam, Jurnalis
Rabu 16 Maret 2016 15:17 WIB
SMA PGRI Bangkalan 2, Madura, Jatim. (Foto: Syaiful I/Okezone)
Share :

‎Menurut siswa jurusan IPA ini, dirinya terpaksa mengembalikan ke sekolah karena takut tidak bisa mengikuti UN. Dia pun harus menjual handphone (HP) untuk membayar biaya sekolah yang masih kurang.

"Saya terpaksa jual HP karena sebagian uang yang saya terima sudah dipakai. ‎Saat ini saya masih kurang Rp300 ribu," paparnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Sehri. Adiknya yang bersekolah di SMA PGRI 2 Bangkalan dan mendapat BSM, hanya menerima Rp100 ribu dari total bantuan Rp1 juta.

"Bulan kemarin adik saya disuruh ngambil uang di Bank BNI karena dapat bantuan sebesar Rp1 juta, tapi diambil lagi oleh pihak PGRI. Lalu adik saya hanya dikasih Rp100 ribu, katanya untuk pembiayaan ujian," ucap Sehri.

Sehri menyayangkan kebijakan sekolah yang mengharuskan siswa menyetorkan hampir 100 persen dana BSM yang diterima pada sekolah.

"Pihak sekolah tidak sepantasnya berbuat seperti itu, apa lagi bantuan ini untuk kebutuhan siswa yang kurang mampu," ujarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya