Kendati demikian, penyuka travelling itu mengatakan, lingkungan belajar di Turki sangat disiplin. Selain itu, dia juga harus bisa memahami beragam karakter dosen yang dari kultur saja sudah berbeda dengan dosen di Indonesia.
"Saya selalu merekam kuliah, jadi kalau sudah di asrama bisa didengarkan lagi. Sehingga kalau ada yang tidak dimengerti bisa dipelajari lebih lanjut," ucapnya.
Yafiq menjelaskan, kuliah di luar negeri juga butuh tanggung jawab. Pasalnya, selain membawa nama pribadi, para mahasiswa Indonesia tersebut juga membawa nama baik Indonesia.
"Karena kita belajar di negara orang, maka kita juga harus menjaga nama baik Indonesia. Saya selalu berpikir punya tanggung jawab, seandainya tidak bisa membanggakan, paling tidak jangan membuat malu bangsa sendiri," imbuhnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)