Inovasi ITS, Kapal Pengangkut Ikan Hidup dari Laut

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis
Senin 28 Desember 2015 17:07 WIB
Ilustrasi: nelayan menurunkan muatan ikan hasil tangkapannya. (Foto: dok. Okezone)
Share :

JAKARTA - Konsorsium empat institusi di Indonesia berhasil membuat inovasi kapal nelayan yang mampu mengangkut ikan dalam keadaan hidup. Salah satu pihak yang terlibat dalam riset tersebut adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Kepala Badan Inovasi dan Bisnis Ventura ITS Dr Raja Oloan Saut Gurning ST MSc menjelaskan, sebelumnya ITS telah mampu mendesain Fish Carrier Ship 70 Gross Ton (GT) bermaterial kayu. Inovasi terbaru kali ini dilengkapi dengan tangki penampungan yang lebih besar dan mampu menampung air laut sekira 80-100 GT.

Kapasitas tersebut, kata Saut, mampu menampung ikan hidup hingga 60 GT. Angka tersebut lebih besar dari perkiraan awal yaitu 40 GT.

"Desain teknologi ini juga telah mendapat pengakuan Technology Readiness Level (TRL) level tujuh hingga sembilan," klaim Saut, seperti dilansir ITS Online, Senin (28/12/2015).

Tidak hanya memperbesar kapasitas tangki, Fish Carrier Ship juga dilengkapi pengatur temperatur udara. Meski temperatur lingkungan berubah, teknologi ini akan mempertahankan angka temperatur air dan udara sesuai kebutuhan ikan.

"Dengan catatan, pengangkutan ikan dari lautan lepas menuju pelabuhan tidak boleh lebih dari 24 jam. Agar tidak melebihi waku tersebut, kapal ini sengaja dirancang dengan kecepatan 17 knot. Dengan demikian, ikan tersebut akan tetap dalam keadaan segar setibanya di daratan," papar Saut.

Selain ITS, proyek pembuatan Fish Carrier Ship juga melibatkan PT PAL Indonesia, Biro Klasifikasi Indonesia, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hidrodinamika Indonesia, dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS). Bahkan, ujar Saut, mahasiswa akan dilibatkan dalam perancangan model kapal agar mereka dapat belajar.

"Setelah perancangan selesai, kami tahap berikutnya adalah pembuatan prototype pada 2016. Selanjutnya, proyek ini akan diserahkan pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk proses produksi massal 3.330 unit pada 2017," tandas Saut.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya