Fakta ini didapatkan setelah Jaminuddin melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terkait kondisi pendidikan di wilayah perkotaan dan pedalaman di daerah itu. Hasilnya terdapat banyak kendala yang dihadapi sekolah dalam melaksanakan aktivitas belajar mengajar. Di antara masalah itu adalah guru yang tidak aktif mengajar, sekolah becek akibat banjir, sekolah yang tidak memiliki pagar serta pelaksanaan upacara setiap Senin yang tidak pernah dilakukan sebagian sekolah.
"Inilah beberapa temuan MPD saat terun ke lapangan melihat realitas yang ada. Dan ini akan disampaikan kepada pemerintah pada saat Rakerda II akhir Desember ini," kata Jaminuddin.
Dia berharap, rekomendasi tersebut menjadi bahan pertimbangan dan masukan kepada pemerintah untuk perbaikan pendidikan, tidak hanya di wilayah perkotaan saja tapi secara menyeluruh sampai ke pelosok. Jaminudin menegaskan, fokus perhatian juga perlu diberikan pada penempatan guru PNS sesuai kebutuhan sekolah dan bertanggungjawab dalam menjalankan tugas. Sehingga, lanjut dia, pada 2016 tidak ada lagi guru yang bolos sampai bertahun-tahun, karena ini dapat menghambat kemajuan pendidikan di wilayah pedalaman.
"Karena hasil temuan banyak sekolah yang mengaku kekurangan guru PNS dan tidak adanya penjaga sekolah, sehingga pemerataan guru dan keamanan sekolah harus menjadi perhatian serius sebelum masuk tahun anggaran 2016," kata Jaminuddin.
(Rifa Nadia Nurfuadah)