Kepala Sekolah Mengejar Sarjana

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis
Minggu 06 Desember 2015 09:05 WIB
Kepala SDN 04 Pagi Teluk Alulu, Pulau Maratua, Berau, Kaltim, Agus Purwo Utomo. (Foto: Rifa Nadia/Okezone)
Share :

Saat ini ada tiga guru yang sedang mengejar gelar sarjana, termasuk Agus. Mereka kuliah dengan beasiswa dari pemerintah.

Sistem pendidikan jarak jauh di UT memungkinkan Agus dan para guru tetap menempuh studi tanpa meninggalkan pulau terlalu lama. Maklum, akses ke pulau terluar ini begitu sulit. Untuk mencapai Maratua, kita perlu menempuh jalan sungai dan laut selama sekira empat jam dari Berau.

"Itu pun tidak ada transportasi reguler. Jadi kalau mau menghadiri sesi tutorial di Unit Pendidikan Jarak Jauh (UPJJ) di Berau, kami para guru harus patungan menyewa speed boat ke kota," imbuhnya.

Harga sewa kapal cepat berkapasitas 20 orang itu tidak murah. Sekali jalan, tarifnya Rp2 juta. Jika dihitung per kepala, maka setiap orang harus membayar Rp200 ribu. Artinya, sedikitnya para guru di perbatasan Indonesia dengan Filipina itu harus merogoh kocek hingga Rp400 ribu hanya untuk ongkos ke tempat kuliah. Belum lagi biaya transportasi tambahan maupun kebutuhan lain di kota.

Agar tidak mengganggu kestabilan kegiatan belajar mengajar, Agus bergantian dengan guru lainnya untuk pergi ke kota. Setiap bulan, mereka harus menghadiri empat kali pertemuan tatap muka di UPJJ Berau. Tutornya merupakan para dosen dosen dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda dan perguruan tinggi lainnya di Kaltim. Setelah kuliah, mereka pun harus membayar kekosongan jam belajar yang ditinggalkan.

"Harus diganti karena ini hak pendidikan anak-anak. Kasihan kalau mereka kehilangan hak tersebut," ujar Agus.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya