Jika beruntung mendapat kampus yang dekat dari rumah, pilihan tetap tinggal bersama orangtua memang paling logis. Meski mampu berhemat, ada beberapa hal yang membuat mahasiswa komuter tidak mampu merasakan nuansa tradisional kampus, khususnya pengalaman sebagai anak kos. Mahasiswa komuter juga sering kesulitan mendapat teman belajar, sebab biasanya anak kos akan berkumpul di sore dan malam hari untuk belajar bersama. Di waktu yang sama, bisa jadi mahasiswa komuter sudah harus mengejar transportasi umum menuju rumahnya.
Biaya transportasi
Sering kali, biaya transportasi untuk menjadi mahasiswa komuter cenderung lebih tinggi ketimbang menyewa kamar kos. Ongkos angkutan umum selalu naik seiring melambungnya harga bahan bakar. Jika menggunakan kendaraan sendiri, pengeluaran untuk membeli bensin pun akan meningkat. Belum lagi pos biaya parkir dan asuransi.
Sementara itu, mahasiswa kos terkadang cukup berjalan kaki ke kampus atau ke berbagai tempat pertemuan ekskul dan kelompok belajar. Selain lebih sehat karena dipaksa berolahraga setiap hari, budget untuk transportasi bisa ditabung atau dialihkan untuk keperluan lain, deh.
Pengalaman di luar perkuliahan