"Jadi sekarang baru ada dua rumah yang pekarangannya ditanami anggur. Saya berharap pekarangan rumah di satu kampung bisa dipakai," tuturnya.
Fajar mengakui, pendanaan menjadi kendala utama. Selama ini Fajar dan teman-temannya harus menggunakan dana pribadi untuk menjalankan proyek mereka.
"Jadi kami biasanya patungan untuk membeli beberapa bibit sekaligus," tambahnya.
IYF 2015 sendiri dihelat di Bengkulu. Ini merupakan ajang berkumpulnya ratusan mahasiswa dari seluruh Indonesia yang mengusung berbagai proyek sosial demi perubahan bangsa.
(Rifa Nadia Nurfuadah)