"Karena MEA mencakup pasar bebas seluruh masyarakat di ASEAN. Jadi generasi muda Indonesia harus bisa berkecimpung di dunia internasional, bukan hanya di Tanah Air," tutur Serli tegas.
Serli tidak menyangkal bahwa MEA bisa menjadi ancaman taktala kita belum siap. Karena itu, Serli melihat pentingnya generasi muda Indonesia mengikuti berbagai forum pemuda.
"Supaya kita bisa mendapat pembekalan dalam menghadapi MEA," imbuhnya.
Fajar Dwi Ariffandi juga melihat bahwa MEA akan menjadi tantangan. Namun, mahasiswa Universitas Negeri Malang itu mengaku masih sedikit ragu menghadapinya.
"Belum siapnya karena secara pribadi saya belum melakukan apa-apa. Kalau sudah melakukan sesuatu, mungkin akan siap," kata Fajar.
(Rifa Nadia Nurfuadah)