Pandangan Wapres soal Ilmu Pengetahuan

Prabowo, Jurnalis
Sabtu 07 Maret 2015 16:01 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla melihat pentingnya pendidikan untuk kemajuan bangsa. (foto: dok. Okezone)
Share :

YOGYAKARTA - Banyak negara maju karena alam. Tapi, ada juga yang disebabkan semangat masyarakatnya dan perkembangan ilmu pengetahuan. Contohnya, Jepang, China, dan Korea Selatan.

Pentingnya ilmu pengetahuan ini menjadi perhatian Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Menurutnya, ilmu pengetahuan dan pendidikan menjadi bagian penting bagi kemajuan bangsa.

"Banyak negara tetangga menjadi negara maju bukan karena sumber daya alamnya, melainkan seberapa besar ilmu pengetahuan negara tersebut," kata JK usai meresmikan Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (7/3/2015).

Melalui ilmu pengetahuan, kata dia, kemajuan masyarakat bisa terbangun. Apalagi, segala ilmu berkembang pesat saat ini. Penekanan untuk terus mengembangkan segala ilmu pengetahuan sudah menjadi keharusan jika ingin maju dan berkembang.

"Tanpa fleksibilitas, tanpa riset, kita akan ketinggalan terus," ujar mantan Ketua Umum Partai Golkar itu.

JK menyebut Jepang sebagai contoh. Negara dengan cakupan wilayah cukup kecil itu mampu diperhitungkan negara-negara lain karena ilmu pengetahuan yang begitu maju.

Dia pun mengingatkan para lulusan pascasarjana tidak berhenti belajar. Sebab, perkembangan ilmu pengetahuan bergerak dengan cepat.

Misalnya, kata JK, teknologi ponsel yang setiap saat terus diperbarui. Begitu juga dengan ilmu kedokteran, teknologi, kontruksi bangunan, dan ilmu terapan lainnya.

"Perkembangan itu tak lepas dari peran universitas sebagai pencetus para ilmuwan. Tanpa riset, universitas hanya pengecer ilmu, bukan pembuat ilmu. Tidak mudah mendapat ilmu, perlu kerja keras, tanpa itu tidak mungkin dapat ilmu," jelasnya.

JK mengajak generasi muda sejak dini harus mempersiapkan menjadi pemimpin yang bisa memberi perintah dengan ilmu yang dimiliki. Karena itu, dia berharap program pascasarjana menjadi garda terdepan memajukan pendidikan. Dia juga menginginkan program pascasarjana pada JK School Of Goverment UMY dapat maju seperti JFK School di Universitas Harvard, Amerika Serikat.

"Harapan kami agar pascasarjana UMY dapat berkembang. Terima kasih atas pengembangan JK School of Goverment. Tentu jadi tanggung jawab moril bagi kita semua," ujarnya.

Terakhir, JK mengajak mahasiswa dan generasi muda untuk menatap jauh ke depan demi kemajuan. Menengok ke belakang sekadar pijakan pengetahuan untuk melangkah jauh ke depan.

"Itulah bedanya universitas dan museum. Museum dengan lihat ke belakang, universitas harus melihat ke depan‎. Kita patut membanggakan sejarah masa lalu, tapi generasi yang baru juga harus meraih masa depannya‎," ujarnya.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya