"Tanpa fleksibilitas, tanpa riset, kita akan ketinggalan terus," ujar mantan Ketua Umum Partai Golkar itu.
JK menyebut Jepang sebagai contoh. Negara dengan cakupan wilayah cukup kecil itu mampu diperhitungkan negara-negara lain karena ilmu pengetahuan yang begitu maju.
Dia pun mengingatkan para lulusan pascasarjana tidak berhenti belajar. Sebab, perkembangan ilmu pengetahuan bergerak dengan cepat.
Misalnya, kata JK, teknologi ponsel yang setiap saat terus diperbarui. Begitu juga dengan ilmu kedokteran, teknologi, kontruksi bangunan, dan ilmu terapan lainnya.
"Perkembangan itu tak lepas dari peran universitas sebagai pencetus para ilmuwan. Tanpa riset, universitas hanya pengecer ilmu, bukan pembuat ilmu. Tidak mudah mendapat ilmu, perlu kerja keras, tanpa itu tidak mungkin dapat ilmu," jelasnya.