Keenam perguruan tinggi menjadi penerima hibah mobil listrik senilai Rp2 miliar per unit tersebut karena program terkait mobil listrik yang mereka miliki. "Kami optimistis, mobil listrik ini dapat dijadikan sebagai sarana penelitian dan pengembangan lebih lanjut," katanya.
Rektor ITS, Triyogi Yuwono, menyatakan kebanggaannya menjadi salah satu penerima mobil listrik tersebut. Bantuan itu diharapkan mampu mendukung pengembangan kapasitas nasional dalam penyediaan mobil listrik sebagai alat transportasi ramah lingkungan.
"Mobil yang diberi Pertamina ini sebenarnya sudah ada di kampus ITS sejak Oktober 2014. Tapi baru bisa dikenalkan sekarang menyusul jadwal Dirut Pertamina yang sangat padat," katanya.
Triyogi melanjutkan, ITS juga sudah mempunyai dua mobil listrik dengan brand Merah Putih. Kedua mobil yang dibuat sendiri oleh ITS tersebut diujicobakan pada 2-6 Mei 2014.
"Pada masa mendatang kami juga siap mengenalkan mobil listrik Braja Wahana yang memiliki konten lokal lebih besar. Bahkan, dalam waktu dekat juga akan bekerja sama dengan BUMN lain untuk membuat bus listrik sebagai sarana transportasi di dalam kampus," katanya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)