JAKARTA - Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah di depan mata. Indonesia pun dituntut mandiri jika tidak ingin dirampok negara lain.
Ketua Majelis Luhur Taman Siswa, Ki. Prof. Dr. Sri Edi Swasono, menekankan pentingnya kemandirian Indonesia dalam menghadapi MEA 2015. Menurutnya, Indonesia tidak boleh terus mengandalkan negara lain.
"Jika hanya membiarkan MEA, maka kita akan dirampok habis-habisan," kata Edi pada acara pembukaan Rakernas Persatuan Perguruan Taman Siswa di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2015).
Dalam pembukaan rakernas bertema "Introspeksi dan Revitalisasi Taman Siswa Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN" tersebut, Sri Edi juga menekankan bahwa Taman Siswa harus kembali menjadi pancang pergerakan bangsa.