SEMARANG - Tiga mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) mengolah sayur mayur dan urine sapi menjadi pupuk. Hebatnya, mereka tidak memiliki latar belakang ilmu pertanian.
Salah satu mahasiswa tersebut, Rhevi Dayana, berkuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Sedangkan Tania Alifianita merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Rizqikha Hanung menempuh studi di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).
Meski tidak memiliki latar belakang pendidikan pertanian maupun peternakan, semangat mereka tak surut untuk memanfaatkan limbah sayur-mayur dan urine sapi menjadi bahan berguna. "Ide awal memang dari saya. Kebetulan, rumah saya di Jambi bersebelahan dengan pasar. Setiap hari, banyak sampah berserakan dan mengotori lingkungan. Alangkah berguna jika dimanfaatkan," ujar Rhevi, Senin (5/1/2015).
Dengan basis persahabatan yang terjalin semasa di SMA Negeri 1 Jambi, ketiganya bersepakat ikut ajang Young Social Entrepreneurship (YSE) 2014 yang diinisiasi Singapore International Foundation (SIF). Meski tidak tampil sebagai juara, ajang ini membantu tiga sekawan tersebut melakukan riset dan kegiatan ilmiah lainnya.