“Kami sediakan mobil hijau klinik pertanian, menindaklanjuti setiap SMS dari petani yang masuk,” paparnya.
Untuk mendukung aplikasi petani ini, kata Jamhari, pihaknya melibatkan berbagai pakar terkait di bidangnya. Mereka adalah para dosen pertanian UGM dari berbagai bidang ilmu seperti ilmu tanaman, ilmu tanah, ilmu penyakit dan hama, budidaya tanaman, dan sosial ekonomi pertanian.
“Kepada para pakar ini, petani bisa memberitahukan masalahnya yang dilengkapi dengan foto sehingga bisa diketahui oleh para pakar dalam mendiagnosa dan memberitahukan bagaimana cara pengedaliannya,” ujar Jamhari.
Menurut Jamhari, aplikasi ‘Petani’ akan bekerjasama dengan para penyuluh pertanian di daerah. Sebab, setiap persoalan yang disampaikan petani akan diteruskan kepada penyuluh untuk segera bertemu langsung dengan petani yang bersangkutan.
Tidak hanya itu, Fakultas pertanian UGM juga akan memberikan apresiasi bagi penyuluh yang aktif dalam menyelesaikan masalah petani. “Kami akan memberikan sertifikat bagi penyuluh yang aktif,” katanya.