Meski perguruan tinggi tetap relevan, format dan model pembelajarannya dipastikan akan mengalami pergeseran besar. Pola konvensional di mana seseorang belajar secara masif selama empat tahun lantas lulus dan dilepas ke dunia kerja dinilai sudah mulai usang.
Ke depan, model pendidikan tinggi akan bertransformasi menjadi siklus belajar yang berkelanjutan dan terpecah dalam bagian-bagian kecil yang fleksibel. Mahasiswa nantinya akan belajar di kampus, terjun langsung ke industri, lalu kembali lagi untuk memperbarui keahlian mereka sesuai kebutuhan zaman.
Sebagai pakar yang juga berfokus pada keuangan berkelanjutan dan investasi global di NUS, Profesor Johan melihat bahwa adaptasi ini justru membuat institusi pendidikan semakin dibutuhkan. Perguruan tinggi tidak sekadar mentransfer ilmu teoretis, melainkan membangun kapasitas adaptif yang tidak bisa sepenuhnya diambil alih oleh otomatisasi robot.
Lonjakan teknologi robotik dan AI di masa depan memang diprediksi bakal mengubah lanskap pekerjaan secara drastis dalam satu dekade ke depan. Namun, ruang perjumpaan antarmanusia di lingkungan akademik justru menjadi fondasi penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia yang matang dan berdaya saing.
(Djanti Virantika)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik