Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dosen MNC University Inisiasi Jakarta International Performing Arts Festival 2026, Hidupkan Ruang Kota Melalui Seni Pertunjukan

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Rabu, 05 Agustus 2026 |11:06 WIB
Dosen MNC University Inisiasi Jakarta International Performing Arts Festival 2026, Hidupkan Ruang Kota Melalui Seni Pertunjukan
Dosen MNC University Inisiasi Jakarta International Performing Arts Festival 2026, Hidupkan Ruang Kota Melalui Seni Pertunjukan (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual sekaligus Dekan Fakultas Industri Kreatif MNC University, Iwan Gunawan, menjadi salah satu inisiator penyelenggaraan Jakarta International Performing Arts Festival (JIPAF) 2026 yang berlangsung pada 27 Juli–2 Agustus 2026 di kawasan Poros Cikini, Jakarta Pusat.

Festival internasional ini mengusung tema "Cikini Living Histories, Exploring Urban Spaces", dengan menghadirkan seniman dari Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Ukraina, serta berbagai daerah di Indonesia. Selama sepekan, JIPAF menghadirkan beragam program, mulai dari pertunjukan site-specific, lokakarya, tur sejarah performatif, peluncuran perpustakaan warga, hingga ziarah artistik menyusuri Sungai Ciliwung.

Menurut Iwan Gunawan, JIPAF hadir bukan sekadar sebagai festival seni, tetapi sebagai ruang kolaborasi yang menghubungkan seni, pendidikan, komunitas, dan sejarah kota melalui pengalaman artistik.

"Melalui JIPAF, kami ingin mengajak masyarakat melihat kota bukan hanya sebagai ruang fisik, tetapi sebagai ruang yang menyimpan sejarah, pengetahuan, dan kehidupan budaya. Seni pertunjukan menjadi medium untuk menghidupkan kembali narasi-narasi lokal sekaligus membangun kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara," ujar Iwan.

Berangkat dari gagasan tersebut, Cikini dipilih sebagai titik awal penyelenggaraan festival karena memiliki jejak sejarah, budaya, dan pendidikan yang kuat. JIPAF memandang sejarah sebagai sesuatu yang terus hidup melalui aktivitas masyarakat, ruang publik, dan praktik kesenian, bukan hanya tersimpan di museum maupun arsip.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement