Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

UGM Jalankan Respons Pemulihan Pascabanjir Aceh

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Selasa, 20 Januari 2026 |17:59 WIB
UGM Jalankan Respons Pemulihan Pascabanjir Aceh
UGM Jalankan Respons Pemulihan Pascabanjir Aceh (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalankan respons pemulihan pascabencana banjir besar di Aceh melalui pendekatan kebencanaan terpadu dan berlapis. Strategi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan lapangan secara bertahap, mulai dari fase tanggap darurat hingga pemulihan hunian bagi warga terdampak.

Respons UGM dilaksanakan di sejumlah kabupaten dengan fokus intervensi yang berbeda, disesuaikan dengan tingkat urgensi dan karakter dampak bencana. Pendekatan berbasis kondisi lapangan ini memungkinkan setiap kebutuhan ditangani secara tepat sasaran, sekaligus menegaskan peran UGM dalam merancang respons kebencanaan yang adaptif dan terukur.

Pada fase awal tanggap darurat, keterbatasan akses listrik menjadi tantangan utama di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor. Melalui Pusat Studi Energi (PSE), UGM menyalurkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) portable sejak 28 Desember 2025 sebagai solusi sementara sebelum jaringan listrik utama kembali pulih.

Dr. Ir. Rachmawan Budiarto, S.T., M.T., IPU, mewakili PSE UGM, menjelaskan bahwa PLTS portable disalurkan ke wilayah Pantan Kemuning, Timang Gajah, Simpur di Mesidah (Kabupaten Bener Meriah) serta Takengon, Aceh Tengah.

PLTS yang diberikan memiliki kapasitas 200 watt peak (WP) dan disalurkan dalam tiga paket utama. Perangkat dirancang secara modular agar mudah dipasang serta dapat dioperasikan secara mandiri oleh masyarakat setempat.

“Tim Pusat Studi Energi UGM melakukan pendampingan pemasangan dan pengoperasian di lapangan. Pendampingan ini penting untuk memastikan pemanfaatan listrik berjalan optimal dan aman. Dukungan energi surya membantu aktivitas masyarakat tetap berlangsung dalam kondisi darurat,” ujarnya.

Kehadiran listrik alternatif tersebut menopang layanan dasar ketika jaringan utama belum berfungsi normal. Fase tanggap darurat ini diposisikan untuk menjaga daya tahan komunitas di tengah situasi krisis, dengan energi bersih sebagai pondasi menuju tahap pemulihan lanjutan.

Fase Pemulihan: Bangun 550 Hunian Sementara di Aceh Utara dan Aceh Tamiang

Memasuki fase pemulihan hunian, UGM memperluas intervensi ke Aceh Utara dan Aceh Tamiang. Berbekal pengalaman membangun 100 unit hunian sementara (huntara), skala program dikembangkan hingga 550 unit huntara berbasis pemanfaatan kayu hanyut.

Peneliti Fakultas Teknik UGM, Ir. Ashar Saputra, Ph.D, menjelaskan bahwa pendekatan ini dirancang untuk menjawab kerusakan rumah warga yang berskala besar dan tersebar. Hunian sementara diposisikan sebagai kebutuhan utama setelah fase darurat terlewati.

“Di Aceh Utara, tercatat sekitar 430 rumah mengalami rusak berat akibat banjir. Dari jumlah tersebut, direncanakan pembangunan 330 unit hunian sementara di wilayah ini,” jelasnya.

Setiap unit hunian dirancang berukuran 6 x 6 meter, terdiri atas dua kamar tidur, satu ruang multifungsi, dan teras. Kebutuhan kayu diperkirakan sekitar 4 meter kubik untuk rumah tanpa lantai panggung dan 5 meter kubik untuk rumah dengan lantai panggung.

Material pendukung seperti atap galvalum, paku, baut, dan mur disuplai dari luar lokasi. Pembangunan satu unit rumah melibatkan enam orang, yakni dua tukang utama dan empat warga pendamping. Dengan skema tersebut, satu unit ditargetkan selesai dalam empat hari, meski pada tahap awal masih membutuhkan sekitar enam hari.

Untuk menjaga percepatan pembangunan, dibentuk 15 kelompok tukang yang memungkinkan pengerjaan rumah secara paralel dan terorganisasi.

Hingga pertengahan Januari 2026, sebanyak 18 rumah telah memasuki tahap pembangunan, dan satu unit telah selesai serta ditempati. Penentuan penerima hunian dilakukan melalui musyawarah warga dengan mempertimbangkan kelompok rentan, guna memperkuat rasa keadilan dan kepemilikan komunitas dalam proses pemulihan.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement