Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hari Ibu 2023, Ibu Sebaiknya Jangan Paksa Pendidikan Anak

Richard Ariyanto , Jurnalis-Jum'at, 22 Desember 2023 |09:28 WIB
Hari Ibu 2023, Ibu Sebaiknya Jangan Paksa Pendidikan Anak
Ibu sebaiknya jangan paksa pendidikan anak (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Momentum Hari ibu setiap 22 Desember, menjadi sebuah perayaan kasih sayang seorang anak kepada ibunya. Sebagai seorang ibu, biasanya memiliki pola asuh yang berbeda. Adalah satunya, seringkali seorang ibu juga memakasa untuk mengatur pendidikan anaknya sendiri. Padahal anak memiliki pilihan sendiri sesuai minat dan bakatnya. 

Dilansir dari Time, Jumat (22/12/2023) ada sebuah cerita datang dari orangtua di luar negeri tentang pemaksaan pendidikan ini. Ia mendapati anaknya merasa tidak nyaman ketika diminta untuk menyanyikan lagu Rohani untuk acara sekolahnya. Orangtua tersebut keberatan dengan guru musik tersebut. Apalagi dengan masa Covid di mana banyaknya pembelajaran tatap muka yang hilang.

Pengaduan itu melampaui apa yang diinginkannya. Malahan terjadilah gerakan untuk mengaktifkan orangtua mempertanyakan apa yang diajakan di kelas, buku apa saja yang tersedia dan wewenang profesional guru, administrator dan karwayan lainnya. Metode yang dilakukan adalah dari pidato-pidato yang ada di sekolah-sekolah.

 BACA JUGA:

Akibatnya, di Alpine, Utah terjadi penarikan buku buku Forever karya Judy Blume dan Nineteen Minutes karja Jodi Picoult setelah adanya “audit internal” yang diprakasai oleh dewan sekolah. Alasannya karena berisi materi yang sensitif dan kurangnya ilmu pengetahuan dari buku tersebut. Sekalipun juga ada, para siswa dibatasi untuk mengaksesnya dan perlu ada orangtuanya juga yang mendapinginya.

Upaya orangtua untuk mendikte buku apa yang dibaca remajanya dan mata pelajaran yang dipelajarinya menghalangi anak untuk mengembangkan otonomi dan penilaian yang mereka perlukan di masa dewasa. Sekolah harus memupuk pemikiran kritis sedemikian rupa sehingga tidak ada buku atau pelajaran yang memiliki kekuatan untuk mengindoktrinasi pandangan dunia.

 BACA JUGA:

Tujuan utama dari perpustakaan, kurikulum yang luas, dan perlindungan kebebasan berpendapat itu sendiri adalah gagasan bahwa paparan terhadap ide-ide dan narasi yang tersedia memungkinkan kita untuk membentuk dan menguji opini dan keyakinan kita sendiri. Dan itu hanya salah satu contoh di mana orangtua mengatur atau memaksa pendidikan anak. Berilah anak kebebasan memilih selama hal itu positif.

(Marieska Harya Virdhani)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement