JAKARTA - Para peneliti menemukan model kecerdasan buatan (AI) untuk mendiagnosis penyakit seperti diabetes tipe 2. Caranya cukup lewat suara.
Pasien diminta mendengar suara mereka selama 10-60 detik. Peneliti medis asal Kanada melatih AI machine-learning untuk mengenali 14 perbedaan vokal dalam suara seseorang dengan diabetes tipe 2 dibandingkan dengan seseorang tanpa diabetes.
BACA JUGA:
Dilansir dari laman Diabetes.uk, Minggu (5/11/2023) fitur pendengaran yang difokuskan AI termasuk sedikit perubahan nada dan intensitas, yang tidak dapat dibedakan oleh telinga manusia. Ini kemudian dipasangkan dengan data kesehatan dasar yang dikumpulkan oleh para peneliti, seperti usia, jenis kelamin, tinggi badan, dan berat badan.
Para peneliti percaya bahwa model AI ini akan secara drastis menurunkan biaya bagi penderita diabetes untuk didiagnosis. Namun orang-orang biasanya perlu diuji kembali untuk pradiabetes dan diabetes tipe 2 secara langsung, yang melibatkan tes diagnostik seperti pemeriksaan darah. AI akan dilakukan diagnosis dari jarak jauh dan secara otomatis.
BACA JUGA:
"Penelitian kami menyoroti variasi vokal yang signifikan antara individu dengan dan tanpa diabetes tipe 2,” kata Jaycee Kaufman.
Dia berharap AI itu akan dapat mengubah bagaimana komunitas medis menyaring diabetes. Tes umum yang digunakan saat ini untuk mendiagnosis diabetes tipe 2 termasuk tes hemoglobin glikasi (A1C), tes glukosa darah puasa (FBG), dan tes toleransi glukosa oral (OGTT) yang semuanya merupakan tes in-person. Sehingga Kaufman mengatakan kalau tes ini akan membutuhkan banyak waktu untuk menghilangkan hambatan yang terjadi.
“Metode deteksi saat ini dapat membutuhkan banyak waktu, perjalanan, dan biaya. Teknologi suara memiliki potensi untuk menghilangkan hambatan ini sepenuhnya,” ucap Kaufman.