Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Benua Argoland Ditemukan, Hilang 155 Juta Tahun Setelah Pecah dari Australia

Arsitta Dwi Pramesti , Jurnalis-Selasa, 31 Oktober 2023 |07:40 WIB
Benua Argoland Ditemukan, Hilang 155 Juta Tahun Setelah Pecah dari Australia
Benua Argoland ditemukan usai terpisah dari Australia (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Sebuah benua terbaru ditemukan. Benua ini adalah serangkaian benua yang hilang di Australia. Benua ini disebut Argoland.

Dilansir dari IFL Science, Selasa (31/10/2023), para ahli geologi percaya bahwa Argoland terpisah dari Australia Barat sekitar 155 juta tahun yang lalu. Saat itu Argoland berukuran sepanjang 5.000 kilometer (3.107 mil). Dan setelah memisah dari Australia barat, keberadaannya tidak diketahui.

Kondisi bumi memanglah tidak stasioner. Lempeng tektonik menyebabkan benua bergeser dari menyatu hingga berpisah lagi untuk membentuk benua yang lebih kecil selama jutaan tahun. Ahli geologi sudah lama mencurigai Argoland sebagai salah satu dari mikrokontinen ini, namun bukti yang dimiliki sangat minim.

Bukti adanya Argoland dilihat dari struktur dasar laut di Dataran Argo Abyssal, membentuk cekungan laut dalam yang ditinggalkan oleh pecahnya Argoland. Ini menunjukkan bahwa Argoland bergeser ke barat laut, dan kemungkinan besar berakhir di wilayah Asia Tenggara.

 BACA JUGA:

Dengan menggunakan model rekonstruksi dan data lapangan dari beberapa pulau, termasuk Sumatera, Kalimantan, dan Kepulauan Andaman, mereka menemukan bahwa Argoland tidak pernah menjadi satu benua yang koheren; ia mulai terpecah menjadi beberapa bagian sekitar 300 juta tahun yang lalu, membentuk apa yang para peneliti sebut sebagai “Argopelago”.

Karena ilmuwan percaya bahwa tidak mungkin benua besar tersembunyi di gugusan pulau Asia Tenggara, mereka pastinya berupa pecahan benua kecil.

Salah satu penulis studi Argopelagu, dalam sebuah pernyataan menyatakan bahwa Argoland terpecah menjadi pecahan. “Situasi di Asia Tenggara sangat berbeda dengan tempat-tempat seperti Afrika dan Amerika Selatan, di mana sebuah benua terpecah menjadi dua bagian. Argoland terpecah menjadi banyak pecahan berbeda,” jelas Eldert Advokaat.

Selain itu, mereka juga menemukan bahwa perpecahan Argoland dipercepat sekitar 215 juta tahun yang lalu, yang menjelaskan mengapa “benua” menjadi begitu terfragmentasi dan mengapa menyatukan semua bagian menjadi lebih sulit.

 BACA JUGA:

Hal ini mungkin memakan waktu lama, namun seperti yang dijelaskan oleh rekan penulis studi Douwe van Hinsbergen, penting untuk mengetahui bagaimana benua yang hilang bisa hilang. “Rekonstruksi tersebut sangat penting untuk memahami proses seperti evolusi keanekaragaman hayati dan iklim, atau untuk menemukan bahan mentah. Dan pada tingkat yang lebih mendasar: untuk memahami bagaimana gunung terbentuk atau untuk mengetahui kekuatan pendorong di balik lempeng tektonik; dua fenomena yang berkaitan erat.”

Namun, penting diketahui bahwa Argoland bukan satu-satunya benua “hilang” yang akhirnya ditemukan. Ada benua Zealandia yang nyata adanya, dan benua Balkanatolia yang hilang namun memiliki beragam satwa liar purba yang unik.

(Dani Jumadil Akhir)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement