Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengintip Kehidupan Suku Adat Ata Modo, Hidup Selaras dan Harmonis dengan Komodo

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Rabu, 18 Oktober 2023 |20:10 WIB
Mengintip Kehidupan Suku Adat Ata Modo, Hidup Selaras dan Harmonis dengan Komodo
Akademisi UI dalam Komodo Culture Festival (Foto: UI)
A
A
A

Kepala Desa Komodo, H. Aksan, mengapresiasi dukungan pihak UI yang berkenan mendampingi warga Komodo untuk menyelenggarakan kegiatan Festival Budaya Komodo. Bukti dukungan pemerintah desa Komodo dan warga Komodo diwujudkan dengan adanya dukungan pembiayaan dari pemerintah desa dan keswadayaan masyarakat dengan mengumpulkan pendanaan dari warga untuk menyukseskan kegiatan Komodo Culture Festival.

Festival budaya ini secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. Agung Waluyo, S.Kp., M.Sc., (Direktur DPPM UI), Kepala Desa Komodo, H. Aksan, dan Ketua Adat Suku Modo.

Rangkaian Komodo Culture Festival terdiri atas pertunjukan tarian, musik dan permainan tradisional dari warga setempat. Sebagai puncak upacara, digelar “Makan Berbagi” sebagai bagian dari upacara adat yang muncul dari Legenda Desa Komodo. Komodo Culture Festival juga dihadiri oleh Hendrikus Rani Siga, S.Hut. M.Sc. (Kepala Balai Taman Nasional Komodo), Idwan 

Suhardi, Ph.D (Dosen UI) dan Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono (Guru Besar FISIP UI) yang memberikan dukungan terhadap proses pelestarian Pengabdian pada Masyarakat di Desa Komodo ini. Pagelaran tersebut juga dihadiri sedikitnya 200 orang turis baik lokal maupun mancanegara diantaranya dari Perancis, Jerman, dan Thailand.

Komodo Culture Festival merupakan program besutan para Dosen UI yaitu Widhyasmaramurti, M.A, Novika Stri Wrihatni, M.Hum. dan Murni Widyastuti, M.Hum., sebagai bagian pengabdian pada masyarakat (pengmas). Para dosen UI berkolaborasi dengan Warga Komodo pembangunan kepariwisataan di Desa Komodo. Untuk mempromosikan desa pariwisata itu, digelarlah “Komodo Culture Festival” sebagai upaya UI untuk melestarikan tradisi di Ata Modo atau ‘orang Pulau Komodo’ agar generasi mendatang dapat memahami dan menghargai asal-usul mereka dan memiliki kebanggaan akan budaya dan komunitasnya. Dalam melaksanakan pendampingan program Komodo Culture Festival, UI juga berusaha melakukan penguatan komunitas masyarakat di Desa Komodo. UI berharap melalui Komodo Culture Festival, Desa Komodo dapat menjadi destinasi wisata budaya prioritas di Kawasan Taman Nasional Komodo.

“Kami berupaya melestarikan budaya Orang Pulau Komodo agar dapat mempertahankan akar sejarah dan pewarisan ilmu pengetahuan bagi generasi muda. Selain itu, kami menangkap kekhawatiran dari Kepala Balai Taman Nasional Komodo juga mengenai kemandirian masyarakat di masa depan. Jika masyarakat secara mandiri telah mampu mengemas kegiatan untuk setiap tahunnya dengan pendanaan yang ada, baik yang bersifat swadaya masyarakat maupun partisipasi mitra desa, sehingga Komodo Culture Festival akan dapat terus terselenggara, dan proses transmisi kebudayaan dapat terus berjalan,” kata Widhyasmaramurti.

(Marieska Harya Virdhani)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement