Di beberapa negara Eropa burung bangau dipercaya sebagai simbol kelahiran dan kebahagiaan, dan di Asia burung bangau menjadi sebuah simbol keberuntungan dan umur yang panjang.
Bahkan burung ini juga dipercaya menjadi burung yang setia, sebab pasca bermigrasi burung ini pasti akan mencari kembali pasangannya dan akan senantiasa setia selama bertahun-tahun.
Pada tahun 2021 populasi burung bangau mengalami penurunan yang cukup drastis hingga tersisa 50 ekor saja yang berada di Indonesia.
Hal ini terjadi akibat pengalihan lahan basah yang awalnya menjadi habitat bagi burung bangau menjadi lahan pertanian. Selain itu pemukiman penduduk juga menyebabkan sumber akan alami dan habitat bersarang burung bangau hilang. Di sisi lain perburuan liar terhadap burung bangau menjadi satwa koleksi juga memperparah kemerosotan populasi burung bangau.
Berbagai upaya konservasi kerap dilakukan untuk mencegah terjadi kepunahan pada burung bangau.
Namun tak hanya bagi burung bangau saja, perlu adanya upaya untuk menjaga dan merawat alam serta lingkungan, hal ini ditujukan agar fauna dan flora yang ada tidak mengalami kepunahan dan generasi di masa depan masih dapat menikmati keindahannya secara langsung.
Demikian penjelasan di balik mengapa burung bangau tidak memiliki suara.
(Dani Jumadil Akhir)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik