JAKARTA - Pernah belajar rumus atau teori Pythagoras kan? Yaitu c² = a² + b². Masih ingat pelajaran matematika yang satu ini?
Wah, ada fakta terbaru lho soal rumus ini. Ahli menemukan tablet yang berusia seribu tahun sebelum kelahiran penemu Pythagoras. Peneliti mengungkapkan bahwa Pythagoras sudah ditemukan jauh sebelum penemunya. Kok bisa?
Tablet tersebut menyajikan konsep yang mirip dengan teori Pythagoras. Hal ini membuat bertanya-tanya akan pendahulu awal pythagoras, filsuf yang berasal dari Yunani atau tablet kuno ini?
Dilansir dari ScienceTimes, Jumat (6/10/2023) bahwa Matematikawan Bruce Ratner, dengan gelar Ph.D. dalam Statistik Matematika dan Probabilitas dari Universitas Rutgers, melakukan penelitian yang menantang atribusi tradisional teorema ini kepada Pythagoras. Karya Ratner, yang diterbitkan pada tahun 2009 dan baru-baru ini muncul kembali, menunjuk pada bukti dari sebuah tablet tanah liat yang dikenal sebagai YBC 7289, yang bertanggal antara 1800 dan 1600 SM, yang menunjukkan bahwa matematikawan Babilonia mengetahui teorema Pythagoras lebih dari 1.000 tahun sebelum kelahiran Pythagoras.
BACA JUGA:
Bruce memeriksa tablet YBC 7289, yang terletak di Universitas Yale. Tablet tersebut berisi tanda-tanda yang berkaitan dengan persegi dan diagonalnya. Dia menguraikan sistem numerik basis 60 yang digunakan oleh orang Babilonia, menunjukkan pemahaman mereka tentang hubungan antara diagonal dan sisi persegi (d = √2a), sebuah konsep yang dapat dihubungkan dengan teorema Pythagoras.