JAKARTA - Tahukah kamu, sebelum terjadi badai, ternyata biota laut juga dapat mengetahui kapan terjadinya badai dan menyelamatkan diri lho! Mereka memiliki kemampuan untuk memprediksi kapan badai datang.
Laporan National Oceanic and Atmospheric Administration, dalam waktu tertentu, ada sekitar 10 badai yang akan terjadi di cekungan Atlantik, yang meliputi Samudra Atlantik, Teluk Meksiko, dan Laut Karibia. Kekuatan badai ini cukup dahsyat. Menurut NOAA, dampaknya mulai dari menciptakan gelombang air setinggi 60 kaki, hingga melahirkan sedimen sedalam 300 kaki.
Dilansir dari Science Times, Rabu (6/9/2023), mamalia laut dan ikan akan melindungi dirinya dengan berenang ke perairan yang lebih dalam dan tenang. Para peneliti berusaha membuktikan hipotesis pertahanan diri biota laut ini dengan mengikuti pergerakan Ikan Hiu Blacktip selama badai tropis pada tahun 2001.
BACA JUGA:
Hasilnya, peneliti menemukan bahwa mereka meninggalkan daerah tersebut sebelum terjadi badai dan kembali lagi setelah lima hingga 13 hari. Para ilmuwan berhipotesis bahwa tekanan barometrik yang lebih rendah, perubahan suhu di dalam air, dan isyarat serupa akan perubahan ekosistem laut seakan memperingatkan ikan bahwa badai akan segera terjadi. Sebuah studi kasus pada tahun 2019 menemukan bahwa peningkatan gelombang di permukaan laut yang mengaduk air di dasar laut mendorong Ikan Triggerfish Abu-abu untuk berpindah ke perairan yang lebih dalam sebelum terjadi badai.
Sungguh menarik bukan?
Biota laut dituntut untuk memiliki keahlian memprediksi terjadinya badai agar dapat menyelamatkan diri. Jika mamalia laut dan ikan tidak berhasil lolos dari badai, mereka akan
BACA JUGA:
terjebak pada muara, sungai, atau perairan air tawar lain yang mematikan. Misalnya, Survei Geologi AS menemukan bahwa pada Badai Andrew pada tahun 1992, diperkirakan 9,4 juta ikan laut mati akibat sumbatan sedimen pada insang dan perubahan tekanan dalam air yang membentuk gelembung gas nitrogen mematikan.
Selain mematikan bagi ikan, badai juga merusak biota laut lainnya. Menurut kepala ilmuwan di Smithsonian Marine Station, Valerie Paul, setelah terjadinya badai, padang lamun dan terumbu tiram terkubur oleh sedimen. Maka, penting bagi hewan laut untuk dapat memprediksi kapan terjadinya badai dan berusaha menyelamatkan diri ke perairan yang lebih aman.
(Marieska Harya Virdhani)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik