Lalu, pada tahun 1936, kedua gerakan itu bergabung menjadi satu, bernama Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO).
Seiring berjalannya waktu, gerakan kepanduan di cakupan nasional itu semakin terkenal dan membuat pemerintah Belanda cemas, kemudian melarang seluruh gerakan kepanduan bumiputera memakai istilah padvinder.
Maka dari itu, K. H. Agus Salim memperkenalkan sebutan "pandu" atau "kepanduan" untuk organisasi kepramukaan di Tanah Air.
Pada perjalanannya, organisasi kepanduan yang awalnya berjumlah ratusan dipotong menjadi beberapa federasi.
Karena diketahui adanya kelemahan dari beberapa federasi tersebut, lalu dibentuklah Persatuan Kepanduan Indonesia atau PERKINDO.
Lalu seiring berjalannya waktu, Pramuka mulai berkembang setelah Indonesia sudah merdeka. Lalu Presiden RI, Ir. Soekarno lantas menyatukan seluruh gerakan menjadi suatu organisasi yang kuat serta meresmikannya pada 14 Agustus 1961.