Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

AI Diprediksi Geser Manusia dari Ratusan Juta Pekerjaan, Bisa Bikin Upah Jadi Rendah

Muhammad Fadli Rizal , Jurnalis-Minggu, 23 April 2023 |07:05 WIB
 AI Diprediksi Geser Manusia dari Ratusan Juta Pekerjaan, Bisa Bikin Upah Jadi Rendah
Ilustrasi (Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Kehadiran Kecerdasan buatan (AI) diprediksi akan menggantikan 300 juta pekerjaan manusia. Hal itu terungkap dalam laporan bank investasi Goldman Sachs.

Dikutip BBC, laporan itu menyebut AI bisa menggantikan seperempat pekerjaan di AS dan Eropa, tetapi bisa juga berarti menciptakan pekerjaan baru dan ledakan produktivitas. Pada akhirnya AI dapat meningkatkan total nilai tahunan barang dan jasa yang diproduksi secara global sebesar 7%.

Laporan itu mengungkap, AI generatif yang mampu membuat konten identik dengan hasil pekerjaan manusia, merupakan kemajuan besar.

Prospek pekerjaan

Pemerintah Inggris menyatakan diri tertarik untuk mempromosikan investasi AI. Mereka menganggap AI akan mendorong produktivitas di seluruh perekonomian. Mereka juga telah mencoba meyakinkan publik tentang dampaknya.

"Kami ingin memastikan bahwa AI melengkapi cara kami bekerja di Inggris, bukan mengganggunya - membuat pekerjaan kami lebih baik, bukan menghilangkannya," kata Sekretaris Teknologi Michelle Donelan kepada Sun.

 BACA JUGA:

Laporan tersebut mencatat dampak AI akan bervariasi di berbagai sektor. Misalnya pada pekerjaan administrasi dapat diotomatisasi sebanyak 46% dan 44% pada profesi hukum. Namun, pada sektor konstruksi hanya 6% dan sektor pemeliharaan hanya 4%, katanya.

BBC News sebelumnya telah melaporkan kekhawatiran beberapa seniman bahwa generator gambar AI dapat membahayakan prospek pekerjaan mereka.

"Satu-satunya hal yang saya yakini adalah tidak ada cara untuk mengetahui berapa banyak pekerjaan yang akan digantikan oleh AI generatif," kata Carl Benedikt Frey, direktur pekerjaan masa depan di Sekolah Oxford Martin, Universitas Oxford, kepada BBC News.

“Apa yang dilakukan ChatGPT, misalnya, memungkinkan lebih banyak orang dengan kemampuan menulis rata-rata, bisa menghasilkan esai dan artikel," ujarnya.

Frey mengatakan jurnalis akan menghadapi lebih banyak persaingan. Hal tersebut akan menurunkan upah. Kecuali melihat peningkatan permintaan yang sangat signifikan untuk pekerjaan semacam itu.

"Coba lihat pengenalan teknologi GPS dan platform seperti Uber. Tiba-tiba, mengetahui semua jalan di London memiliki nilai yang jauh lebih rendah, akibatnya pengemudi lama mengalami pemotongan gaji yang besar, sekitar 10% menurut penelitian kami.

"Hasilnya adalah upah yang lebih rendah, bukan lebih sedikit pengemudi. Selama beberapa tahun ke depan, AI generatif kemungkinan akan memiliki efek serupa pada serangkaian tugas kreatif yang lebih luas," imbuhnya.

( Muhammad Fadli Rizal)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement