Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Catat! Lintasan Gerhana Matahari Hibrida 20 April Sebagian Besar di Laut, Ini Jalurnya

Muhammad Fadli Rizal , Jurnalis-Jum'at, 07 April 2023 |10:00 WIB
Catat! Lintasan Gerhana Matahari Hibrida 20 April Sebagian Besar di Laut, Ini Jalurnya
Petugas di Planetarium dan Observatorium Jakarta (POJ) mengamatai matahari (Foto Antara)
A
A
A

JAKARTA - Dosen Astronomi Institut Teknologi Bandung (ITB) Premana W. Premadi mengungkap gerhana matahari hibrida 20 April bakal melewati sejumlah wilayah Indonesia. Sebagian besar titik yang dilewati kali ini merupakan lautan.

"Yang menjadi sedikit menantang dari gerhana matahari ini adalah sebagian wilayah yang akan dilintasi berupa laut. Jadi daratan itu hanya sedikit sekali dan Indonesia akan dilewati utamanya bagian tengah dan timur," ujar Premadi dalam konferensi pers di Planetarium dan Observatorium Jakarta (POJ), Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (6/4/2023).

Premadi mengungkap gerhana matahari total akan terjadi di Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku, tepatnya di Pulau Kisar, Pulau Maopora, Pulau Damar Desa Batumerah, Kabupaten Seram. Kemudian, Kabupaten Seram di Maluku tepatnya di Pulau Oeta Kepulauan Watubela.

"Selanjutnya, Kabupaten Fakfak di Papua Barat yang berada di Pulau Antalisa, Pulau Faur, Pulau Karas, dan Pulau Rowatte," ujarnya.

 BACA JUGA:

Gerhana matahari total bisa juga bisa dilihat di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, tepatnya di Soetoeri, Ritoware – Aramasa.

Lalu, Kabupaten Teluk Wondama di Papua Barat yang berada di Idore – Wendehsi – Bur - Pulau Mois Waar – Pulau Rouw – Pulau Iwer - Pulau Rumarakom – Pulau Maransabadi - Pulau Mapimonu – Pulau Yensguandi.

Kemudian, Kepulauan Yapen di Papua tepatnya di Pulau Num – Pulau Japen (Wooi, Gesauer, Saribi).

 BACA JUGA:

Selain itu, gerhana matahari total juga bisa disaksikan di Kabupaten Biak Numfor di Papua, yakni Pulau Biak (Marjen, Waroi, Parieri, Oerfoe, Jendidori, Mokmer, Mandon, Saba, Arires, Akraak, Saoeaba, Menoerwar, Pulau Owi).

"Selepas pulau besar akan lewat pulau kecil, selebihnya akan lewat laut lalu akan melewati leher Papua sampai melewati pulau Biak. Setelah itu ke pasifik," ujarnya.

 BACA JUGA:

Gerhana matahari di Biak, Papua, berlangsung selama 3 jam 5 menit dengan durasi gerhana matahari total hanya 58 detik.

"Kesempatan ini akan kami upayakan sebagai kesempatan belajar dan juga menghidupkan lagi nilai-nilai budaya tatap langit. Nilai-nilai tradisional terhadap langit terutama untuk Indonesia yang merupakan negara maritim," imbuh Premadi.

( Muhammad Fadli Rizal)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement