JAKARTA - Universitas di Australia memulai perkuliahan semester baru tahun ajaran 2023 pada akhir Februari 2023. Mahasiswa asal Indonesia pun kembali meramaikan kampus-kampus di Australia, termasuk di Queensland.
Hal tersbeut nampak dalam acara penyambutan mahasiswa baru yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) Queensland pada Sabtu 4 Maret 2023.
Lebih dari 200 mahasiswa Indonesia hadir dalam acara perkenalan mahasiswa baru yang bertempat di ModWest Building, University of Queensland. Selain dihadiri mahasiswa baru dan mahasiswa lama, acara juga dihadiri oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra, Prof. Mukhamad Najib, Presiden Australia-Indonesia Youth Association (AIYA) Queensland, Ceria Amidjaja, serta para pengurus PPIA ranting di Queensland.
Dalam sambutannya, Atdikbud KBRI Canberra, Mukhamad Najib menyampaikan saat ini Australia kebanjiran mahasiswa baru dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Menurut Atdikbud Najib, jumlah mahasiswa Indonesia di Australia tahun ini sebanyak 20.350 orang, meningkat dari tahun 2022 yang berjumlah sekira 15.000 orang.
Kepada mahasiswa Atdikbud berpesan tiga hal. Pertama, agar mahasiswa di Australia bisa menjadi hub bagi mahasiswa di Indonesia yang ingin kuliah di Australia.
“Saat ini pemerintah Indonesia memberi banyak kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar negeri, namun seringkali mereka kesulitan mencari kampus maupun calon supervisor. Oleh karena itu, kalian yang sudah lebih dulu disini, jadilah hub bagi mereka, berikan informasi, hubungkan mereka dengan kampus di tempat kalian kuliah, sehingga mereka juga bisa kuliah di Australia,” ujar Najib, dalam keterangan yang diterima, Minggu (5/3/2023).
Najib juga bepesan agar mahasiswa bisa menjadi duta bangsa yang mengenalkan Indonesia kepada masyarakat Australia.
“Pemerintah Australia sedang mendorong pelajar Australia untuk meningkatkan Asian Literacy, mengenal budaya dan bahasa Asia, khususnya empat bahasa penting Asia, termasuk bahasa Indonesia. Ini kesempatan bagi kita untuk lebih semangat lagi mengenalkan Indonesia kepada masyarakat Australia,” kata Najib.
Pesan Atdikbud yang ketiga adalah agar mahasiswa memanfaatkan keberadaannya di Australia untuk membangun jejaring internasional.
“saat berada di Australia, tentu kewajiban utama kalian adalah belajar. Selain belajar tentang keilmuan masing-masing, saya berharap kalian bisa juga belajar membangun jejaring internasional. Perluas pergaulan dengan mahasiswa internasional, dengan dosen dan para pakar, kelak pada waktunya nanti hal tersebut akan bermanfaat, baik kalian nantinya berkiprah di Indonesia maupun ditempat lain,” tuturnya.
Menurut Ketua PPIA-Queensland, Muhammad Gibran Raksadinno, mahasiswa yang mengikuti acara penyambutan berasal dari beberapa universitas di Queensland seperti Griffith University, Queensland University of Technology, dan University of Queensland. Selain perkenalan sesama mahasiswa, acara juga diisi dengan pemberian informasi mengenai organisasi kemahasiswaan, informasi praktis mengenai hidup dan adaptasi belajar di Australia, serta permainan yang mendorong keakraban.
Tujuan acara yang diberi judul “Welcoming Student: Ada Apa dengan Brisbane?” ini menurut Gibran adalah sebagai ajang sosialisasi organisasi PPIA Queensland kepada mahasiswa baru, wadah mahasiswa baru untuk mengetahui kehidupan di Queensland, menambah koneksi dan relasi, serta sarana rekreasi sebelum memasuki kehidupan kampus masing-masing.
Acara penyambutan mahasiswa baru dimeriahkan dengan berbagai hadiah yang diberikan panitia kepada para peserta. Setelah semua rangkaian acara selesai, dilakukan foto bersama, lalu diakhiri dengan makan siang bersama dan ramah tamah semua mahasiswa.
(Angkasa Yudhistira)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik